Hujan Deras Tak Surutkan Semangat, Taruna Tk.II/59/BD Gelar Seleksi Cendrawasih Master di Akpol

Semarang – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak pagi hari tidak menyurutkan semangat Taruna Tk.II/59/Batalyon Bhayangkara Dharma dalam melaksanakan kegiatan Seleksi Cendrawasih Master Akademi Kepolisian pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian.

Kegiatan seleksi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Akademi Kepolisian dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Akpol. Turut hadir dalam penilaian tersebut Wakil Gubernur Akpol, Direktur Akademik, Direktur Bintarlat, Danmentarsis, serta Pelatih Drum Corps Akademi Kepolisian. Seleksi juga disaksikan oleh seluruh Pejabat Utama Akpol serta Taruna Tk.II sebagai bentuk transparansi sekaligus pembelajaran bagi seluruh korps Taruna.

Sebanyak 12 Taruna dan Taruni terbaik mengikuti seleksi untuk memperebutkan posisi strategis dalam struktur Drum Corps Akademi Kepolisian, khususnya sebagai Stick Master dan Field Commander. Seleksi ini bukan sekadar penilaian kemampuan teknis memainkan stik atau memimpin barisan, melainkan juga menguji aspek kepemimpinan, ketegasan, wibawa, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi dan penguasaan lapangan.

Sejak awal kegiatan, hujan turun dengan intensitas tinggi dan membasahi seluruh area lapangan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang membentuk karakter para peserta. Dengan seragam yang basah kuyup dan medan lapangan yang licin, para calon Cendrawasih Master tetap menunjukkan performa maksimal. Setiap gerakan dilaksanakan dengan presisi, komando diberikan dengan suara lantang dan penuh keyakinan, serta ekspresi kepemimpinan terpancar kuat dari masing-masing peserta.

Penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif. Para peserta diuji dalam beberapa aspek, antara lain teknik dasar dan lanjutan penggunaan stik, ketepatan tempo, ketegasan aba-aba, ketahanan fisik, serta kemampuan menjaga kekompakan pasukan. Selain itu, karakter dan pembawaan sebagai calon pemimpin juga menjadi perhatian utama dewan penilai, mengingat peran Stick Master dan Field Commander sangat vital dalam menjaga ritme, semangat, dan kehormatan Drum Corps Akademi Kepolisian dalam setiap penampilan resmi.

Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat dan penuh dinamika, dewan penilai menetapkan hasil seleksi sebagai berikut:

  1. Brigtar Isra Mashel Arifin – Stick Master Utama

  2. Brigtar Bizzaro Pharsa Azayaka Nabil – Stick Master 2

  3. Brigtar Akhdan Rofiinnanto Putro – Stick Master 3

  4. Brigtar Leonardo Amessi Raja Panonggor Lubis – Stick Master 4

  5. Brigtar I Gede Krisna Mahadarsika – Field Commander Utama

  6. Brigtar Nareswari Putri Aji – Stick Master Taruni

  7. Brigtar Aura Marsya Arindi – Field Commander Perkusi

  8. Brigtar Bena Paulina Theresia Br. Sianipar – Field Commander High Brass

  9. Brigtar Nurdwita Risty Cintari – Field Commander Low Brass

Terpilihnya para Taruna dan Taruni tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, konsistensi, serta dedikasi tinggi dalam mengembangkan kemampuan diri. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak semangat, serta simbol kehormatan bagi seluruh Taruna Akademi Kepolisian dalam setiap kegiatan resmi maupun kompetisi.

Kegiatan Seleksi Cendrawasih Master ini sekaligus menjadi momentum pembentukan karakter kepemimpinan di lingkungan pendidikan Akpol. Hujan deras yang mengiringi jalannya seleksi menjadi simbol bahwa setiap calon Perwira Polri harus mampu berdiri tegak dan tetap profesional dalam segala kondisi, baik mudah maupun penuh tantangan.

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para peserta mencerminkan nilai-nilai dasar yang terus ditanamkan di Akademi Kepolisian: disiplin, integritas, loyalitas, serta jiwa korsa yang kuat. Dari lapangan yang diguyur hujan tersebut, lahir sosok-sosok pemimpin muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan karakter.

Melalui kegiatan ini, Akademi Kepolisian kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak Perwira Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Hujan bukanlah penghalang, melainkan bagian dari proses pembentukan jati diri sebagai Bhayangkara sejati yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Share This Story, Choose Your Platform!