Taruna Akpol Peduli Pendidikan Renovasi TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang Pascabanjir
Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) kembali menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan Peduli Kasih Natal yang digelar dalam rangkaian Latsitardanus 2026. Kali ini, perhatian mereka difokuskan pada renovasi TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga menekankan nilai kepedulian sosial dan pengabdian sejak dini bagi para Taruna dan Taruni Akpol.
Kepala sekolah, Rosmawati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh Taruna Akpol. Menurutnya, dukungan ini sangat membantu mempercepat proses perbaikan sekolah, sehingga anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal ini dirasa sangat penting, mengingat sekolah pascabanjir masih membutuhkan perhatian khusus agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.
Sementara itu, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Mulyadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa kondisi sekolah pascabanjir memang memerlukan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Ia mengapresiasi kontribusi Taruna Akpol yang telah hadir langsung di lapangan untuk membantu pemulihan fasilitas pendidikan. Menurut Kapolres, aksi ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan pendidikan anak bangsa.
Lebih dari sekadar merehab bangunan, kegiatan ini juga diwarnai interaksi hangat antara Taruna Akpol dengan anak-anak. Mereka bermain bersama, memberikan motivasi, dan menghadirkan keceriaan bagi para siswa TK yang sempat terdampak bencana. Kehadiran Taruna dan Taruni Akpol dalam kegiatan ini menjadi simbol nyata dari pengabdian Polri yang humanis, yang menekankan nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap masyarakat sejak dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya sekolah yang pulih, tetapi juga terbentuk ikatan emosional antara institusi Polri dan masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan pendidikan menjadi bagian dari budaya yang terus dipupuk oleh generasi penerus.











