SEMINAR SEKOLAH TARUNA TK IV ANGKATAN 46 DETASEMEN ANINDYA YODHA


Akpol Semarang, Gubernur Akpol Irjen. Pol. Drs. Pudji Hartanto, M.M., membuka seminar sekolah Taruna TK IV Angkatan 46 Detasemen Anindya Yodha tempat Gedung Manunggal Akpol tanggal, 5 Februari 2015 dengan mengangkat tema “ Implementasi Restorative Justice dalam menyelesaikan perkara di Kepolisian guna mewujudkan kepastian hukum “ seminar ini diselenggarakan oleh 389 Taruna TK IV Angkatan 46 Detasemen Anindya Yodha sebagai syarat kelulusan akhir sebagai seorang Taruna, dimana kegiatan seminar sekolah ini juga menjadi syarat mengikuti ujian bagi mahasiswa universitas lain.

Dalam menyelenggarakan seminar sekolah ini yang menjadi keynote speaker dalam menetapkan komitmen serta landasan pelaksanaan seminar adalah Gubernur Akpol, adapun untuk mengisi materi seminar, Akpol mengundang 3 ( tiga ) orang narasumber yang cukup ternama di Indonesia dan memiliki keahlian untuk membahas tema yang diangkat dalam seminar sekolah ini, yaitu Guru Besar Undip Prof. DR. Suteki, SH., M.Hum., Karo Sunluhkum Divkum Mabes Polri Brigjen. Pol. DR. Remigius Sigit, SH., M.Si., dan Kriminolog Universitas Indonesia, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang juga sebagai pengamat Polri dari Kompolnas Prof Drs. Andrianus Meliala, M.Si., M.Sc., P.Hd. dan sebagai moderator Eriyati Riyanto. S.Sos MIPR M.i. Kom.

Pada awal acara Gubernur Akpol menyatakan “ Restorative Justice merupakan konsep yang perlu di pahami dan menarik untuk di pelajari karena bermanfaat besar dalam pelaksanaan tugas kepolisian “ adapun pokok materi yang di sampaikan oleh Nara sumber adalah :

  1. Suteki menyatakan bahwa implementasi Restorative Justice tidak sejalan dengan kepastian hukum. Dalam RJ, penyelesaian masalah dapat dibawa ke ruang jalur Litigasi atau jalur non-litigasi. Selain itu, hukum tidak bersifat kaku,keras dan dingin sehingga perlu ada terobosan guna mewujudkan keadilan yang sebenar benarnya.
  2. Brigjen. Pol.R.Sigit menjelaskan bahwa keadilan prosedural akan menimbulkan dendam dan konflik sedangkan keadilan subtansial akan menghilangkan dendam, konflik, serta menimbulkan kejeraan.
  3. dan terakhir, Prof. Adrianus meliala menegaskan bahwa RJ itu tidak hanya mitos, tetapi benar-benar dapat tercipta asal ada kesungguhan dan kelanggengan dari petugas kepolisian.

Seminar ini mengundang beberapa universitas dan akademi yang berada di wilayah Semarang. Acara ini berhasil mendatangkan mahasiswa-mahasiswa untuk turut serta berbagi pikiranya dalam membahas tema seminar dan memperluas wawasan dan yang lebih penting adalah terbangunya kemitraan antara Taruna Akpol dan Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, acara seminar sekolah Taruna TK IV Detasemen Anindya Yodha 2015 di hadiri oleh peserta sebanyak 600 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat elemen tersebut di antaranya merupakan Akademisi, Polisi Mahasiswa pasca Sarjana, dan juga para mahasiswa universitas- universitas di wilayah Semarang dan sekitarnya. ( Humas Akpol )

DSC_9665

DSC_9678

DSC_9639

DSC_9691

DSC_9698

DSC_9743

DSC_9818

DSC_9852


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADIGUNA LAKSANA YUWAWIRA - SIPSS 2017