SEMINAR NASIONAL DAN PEMAPARAN HASIL PENULISAN MENGEMBANGKAN NALAR DAN TRADISI ILMIAH DALAM PENDIDIKAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA


Semarang, 13 Februari 2014

Kebutuhan untuk mempersiapkan sumber daya kepolisian yang lebih terampil, kritis dan responsif terhadap berbagai problem masyarakat yang muncul menjadi sebuah keniscayaan sejarah. Tidak hanya dalam kesiapan fisik, melainkan juga kesiapan nalar dan tradisi pemikiran yang lebih kuat. Pengembangan fisik selalu harus ditunjang dengan pengembangan kapasitas intelektualitas. Kerja-kerja pemikiran dan gagasan menjadi alat strategis dalam menunjang visi kerja institusi kepolisian. Secara taktis, status akreditasi A yang disematkan kepada Akademisi Kepolisian menjadi tantangan yang serius untuk terus dipertahankan dan dikembangkan. Pola pengembangan yang musti dilakukan adalah membangun tradisi dan budaya ilmiah di lembaga pendidikan kepolisian ini. Tradisi dan budaya ilmiah tersebut nantinya akan sangat berguna untuk menunjang kerja-kerja teknis kepolisian. Tradisi dan budaya ilmiah juga sangat berguna untuk menyusun dasar kebijakan yang nanti akan digunakan oleh kepolisian. Secara taktis, status akreditasi A yang disematkan kepada Akademisi Kepolisian menjadi tantangan yang serius untuk terus dipertahankan dan dikembangkan. Pola pengembangan yang musti dilakukan adalah membangun tradisi dan budaya ilmiah di lembaga pendidikan kepolisian. Untuk itu pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2013 Gubernur Akpol IRJEN Pol. Drs. EKO HADI SUTEJO M.Si. bertempat di Gedung Manunggal Akpol Semarang telah membuka seminar nasional dan paparan hasil Penulisan Pasis STIK-PTIK dengan tema “Mengembangkan Nalar dan Tradisi Ilmiah dalam Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia”.
Dalam seminar yang dihadiri sekitara 400 orang yang terdiri dari Tenaga Didik Akpol, Perwira Siswa STIK-PTIK, Taruna Akpol, Mahasiswa, NGO dan Undangan Lainnya tersebut akan ditampilkan 3 (tiga) pemapar,yaitu :
1. Kebijakan Lembaga Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia (Cq. Akademisi Semarang) dalam Pengembangan Tradisi Ilmiah. oleh : Gubernur Akademisi Kepolisian Semarang
2. Peta Konsep Pengembangan Lembaga Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia dalam Memperkokoh Tradisi Ilmiah
Oleh : Prof. Dr. Adrianus Meliala (KOMPOLNAS)
3. Memperkokoh Paradigma Polisi Sipil pada Proses Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia
Oleh : Nurkholis SH. MA (KOMNAS HAM)
Adapun tujuan dilaksanakan seminar adalah:
1. Menjadi sarana penting dalam pengembangan habitus dan tradisi ilmiah dalam institusi pendidikan di Akademisi Kepolisian.
2. Mendorong kapasitas kemampuan Perwira Siswa untuk merumuskan gagasan dan sekaligus menorehkan dalam karya penulisan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.
3. Menjadi wadah akademis untuk mengelaborasi peta konsep pengembangan lembaga pendidikan kepolisian untuk memperkokoh paradigma kepolisian serta menjawab kebutuhan-kebutuhan riil sesuai tuntutan perubahan zaman.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama PUSHAM UII dengan AKPOL

DSC_1762

DSC_1804

DSC_1811

DSC_1837

DSC_1851

DSC_1889

DSC_1907

DSC_1945


farerasr

BRIPDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADIGUNA LAKSANA YUWAWIRA - SIPSS 2017