POLRI HARUS RANGKUL MASYARAKAT

SEMARANG – Prinsip pemolisian demokratis, yaitu menghargai hak-hak sipil, tunduk pada prinsip demokrasi ‘Good Governance’ dan ‘Clean Goverment’, serta melakukan pemolisian modern. Penghargaan hak sipil meliputi, pengedepanan etika, sopan santun, tidak keras, membela rakyat, jujur dan adil.

Prinsip demokrasi, mengedepankan hukum, menghormati HAM, menghargai partisipasi publik, transparan, dapat dikontrol dan diawasi, terbuka dan dapat ditelusuri, dapat dipertanggungjawabkan, anti KKN. Pemolisian modern, yaitu penyertaan masyarakat dalam giat pemolisian, problem solving, pemberdayaan pengawasan eksternal indepen.

“Penerapan prinsip pemolisian demokratis, mengacu pada grand strategi Polri sesuai falsafah dan strategi, yaitu pemolisian komunitas atau masyarakat. Pemolisian masyarakat mengenai, kedudukan Polri sejajar dengan masyarakat, mengikutsertakan masayarakat dalam penyelesaian masalah. Pemberdayaan pengawasan eksternal, dan bertanggungjawab kepada masyarakat,” kata Wakapolri, Komjen Pol Nanan Sukarna, saat memberikan arahannya kepada mahasiswa STIK-PTIK angkatan ke-60 dan taruna Akpol, Senin (10/6) lalu.

Mewujudkan hal itu, Polri harus saling bersinergi antara pimpinan dengan semua lini anggotanya. Perwira dengan bintara, follower dengan staf lapangan.

Kompetensi leader dan follower harus berintegrasi, semangat dan komitmen, memimpin dengan contoh, bertindak strategis dan berinovasi. Ia juga harus membangun kepercayaan, memotivasi, mematuhi orang lain, mengembangkan kemampuan dan potensi, dan bersikap visioner.

“Sikap kepemimpinan, harus ditampilkan dalam keteladanan, melayani, peran konsultan, menjamin kualitas kerja serta anti KKN dan gratifikasi,” kata dia.

Dalam struktur Polri, tidak ada pendiskreditan setiap anggota di lapangan. Seorang perwira, memiliki peran dan tanggung jawab yang sama seperti bintara.

“Tugas, kewajiban, tanggung jawab yang sama, dan hanya level atau area yang berbeda. Kapolsek, merupakan Kapolri di kecamatan,” lanjut dia.

Perlu diketahui, jumlah personel Polri saat ini, terdapat sekitar 286.621 orang. Sebanyak 240 perwira tinggi, 13.684 perwira menengah, 30.797 perwira pertama, dan 339.902 bintara.

Polri harus mengutamakan pengabdian, tugas, kewajiban dan tanggung jawab daripada status, hak dan kewenangan. Personel Polri harus tegas tapi tetap humanis.

Perubahan mindset dan culture set, meliputi paradigma gaya militer yang salah, sikap kepemimpinan anggota. Memahami hak dan kewajiban menolak perintah atasan, kemapuan publik relasi Polri, akomodir komplain masalah dari bawah dan penguasaan media.

Hadir dalam kesempatan pemberian arahan tersebut, personel perwira, bintara dan PNS 150 orang, mahasiswa STIK-PTIK angkatan Ke-60 sebanyak 315 orang, dan sebanyak 684 orang taruna Akpol.

DSC_1127_compressed

DSC_1155_compressed

DSC_1138_compressed

DSC_1137_compressed

DSC_1179_compressed

DSC_1177_compressed

DSC_1191_compressed

DSC_1182_compressed