Pelepasan Gong Perdamaian Oleh Gub Akpol

Akpol_today Gubernur akpol Irjen.Pol.Drs.Eko Hadi Sutedjo Melepas Gong Perdamaian untuk dibawa ke Museum Perdamain diPalu. Acara pelepasan dihadiri oleh segenap pejabat akpol dan taruna,dan ditandai dengan pemukulan Gong sebanyak 5kali oleh Gub akpol serta Penyematan Pin Perdamaian Kepada Gub akpol. Sejarah  Gong Perdamain Dunia paling awal berasal dari Desa Plajan Kecamtan Pakis Aji Kabupaten Jepara , Jawa Tengah. Gong sakral ini telah berusia 450 tahun dan dijaga oleh ibu Musrini sebagai pewaris milik gong generasi ketujuh, yang bertempat tinggal Desa Plajan dilereng Barat Gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari kerajaan Demak dan digunakan sebagai sarana dakwah dalam mengajarkan agama islam ke daerah pegunungan yang pada waktu itu msyarakatnya masih menganut kepercayaan animisme. Gong Perdamaian Dunia memiliki banyak symbol yang memiliki makna tersendiri yang dapat mengontrol atau mengakomodir aspirasi dan kepentingan umat manusia. Pada lingkaran tengahnya terdapat tulisan “ World Peace Gong “, gambar bunga, serta tulisan dalam bahasa Indonesia ‘Gong Perdamaian Dunia’.

DSC_3525  DSC_3522 DSC_3502 DSC_3487 DSC_3535

Apabila kita memperhatikan gambar Gong Perdamaian Nusantara, maka terdapat beberapa simbol yang tidak asing lagi bagi kita. Gong Perdamaian Nusantara ini terdiri dari lima lapisan, diantaranya adalah :

  1. Lingkaran Luar
    Pada lingkaran luar ditampilkan logo Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia mendukung gerakan perdamaian.
  2. Lingkaran Tengah
    Pada lingkaran tengah ini ditampilkan logo 33 Provinsi yang ada di Indonesia.
  3. Lingkaran Dalam
    Pada lingkaran dalam terdapat tulisan Gong Perdamaian Nusantara, yang merupakan simbol perdamaian masyarakat Indonesia. Selain itu terdapat bunga di kiri dan kanan, yang merupakan simbol keseimbangan kehidupan yang indah dan damai. Terakhir terdapat tulisan Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa, dengan adanya gong ini maka diharapkan perbedaan bukan lagi sebagai halangan melainkan sebagai alat pemersatu Bangsa.
  4. Lingkaran Inti
    Pada lingkaran Inti terdapat lima simbol Agama yang diakui di Indonesia yaitu Kristen, Islam, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghuchu.
  5. Lingkaran Puncak  
    Pada lingkaran Puncak terdapat Peta NKRI sebagai simbol bentangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada dipuncak peradaban bangsa tertinggi.