KULIAH UMUM JENDERAL POLISI (P) DA’I BACHTIAR

Sharing knowledge dan sharing experience merupakan hal penting terutama dalam memantapkan kemampuan-kemampuan aplikatif dilapangan berdasarkan motivasi serta pemahaman tentang apa hakekat dari kompetensi seorang perwira. Pada hari kamis, 22 Agustus 2013 Perwira Siswa (Pasis) STIK-PTIK Angkatan 62 bersama Gubernur dan pejabat utama Akademi Kepolisian, mendapatkan pencerahan dari purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolri. Jenderal Polisi (P) Da’I Bachtiar, Dalam kuliah umum tersebut menyampaikan pesan-pesan yang sangat menggugah jiwa Bhayangkaraan para perwira muda. Beliau mengajak seluruh anggota Polri untuk membuka wawasan bahwa mereka adalah putra-putra bangsa Indonesia yang telah terpilih. Sehingga janji sebagai penegak hukum untuk memegang teguh keadilan serta memberikan suasana aman dan tertib pada masyarakat harus teraplikasi dengan baik.

DSC_5198

Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan. Hal penting yang harus dilakukan adalah menjawab pertanyaan, Siapakah Aku? Dan apa itu Indonesia? Jawaban normative dapat muncul dari benak hati para bhayangkara penegak keadilan bahwa mereka benar-benar tulus membela seluruh tanah air Indonesia dengan kemampuan mereka. Namun demikian bahwa hal tersebut tidak cukup dengan jawaban normative tersebut, namun kecintaan terhadap tanah tumpah darah merupakan modal utama. Dengan tugas pokok sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat dan sebagai penegak hukum jangan ragu-ragu untuk selalu menegakkan hukum secara fair dan bertanggung jawab. Tentunya point tersebut dapat tercapai ketika para perwira secara terus menerus mengupdate kemampuan baik dalam studi dan berlatih dengan mengantisipasi dinamika lingkungan masyarakat sehingga para perwira akan memiliki modal dalam berinovasi dalam tugas serta kreatif dalam menyelesaikan permasalahan.

DSC_5201

DSC_5203

Intinya adalah ketika perwira melihat dimana posisi rakyat sebagai tujuan utama kepolisian dalam memberikan pelayanan. Apakah itu rakyat, rakyat adalah tujuan untuk membela keamanan dan ketertiban yang menjadi hak mereka. Bangun kepercayaan bersama rakyat, jangan malu dan jangan ragu untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kita walau harus berkorban jiwa dan raga. Perwira tidak bisa hanya menjadi polisi yang dicintai oleh masyarakat saja, tetapi Perwira juga harus dapat menjadi polisi yang dipercaya oleh masyarakat. Kepolisian akan berjalan sesuai dengan relnya ketika seluruh masyarakat mempercayakan kinerja polri di pundak para bhayangkara pembela keadilan dan mereka mengambil bagian untuk itu. Beliau yakin, dengan kepercayaan masyarakat, polisi dapat menjalankan tugasnya sesuai harapan. Sehingga terjadi sinergi antara pihak penegak hukum dan pihak yang dilindungi oleh hukum yang tak lain dan tak bukan adalah masyarakat itu sendiri. Sebagai penutup disampaikan bahwa lebih baik menjadi polisi yang dipercaya masyarakat daripada polri yang sekedar dicintai masyarakat. @DL658 @FSR

DSC_5227