METODE

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan atau pengetahuan dari tenaga pendidik kepada peserta didik.

  • Metode pembelajaran yang diterapkan harus mampu :
    1. Membangkitkan atau membangun motivasi belajar peserta didik, efektif;
    2. menjadikan peserta didik mengetahui, memahami dan dapat mengaplikasikan materi pembelajaran yang disampaikan;
    3. menjadikan peserta didik dapat menerima, merespon dan menilai materi pembelajaran yang disampaikan;
    4. menjadikan peserta didik dapat meniru dan menginternalisasi materi pembelajaran yang disampaikan;
    5. menggugah partisipasi peserta didik dan selanjutnya metode pembelajaran yang diterapkan selalu dievaluasi dan diawasi pengembangannya.
  • Berikut metode – metode pendidikan yang ada di Akpol :
    1. Pengajaran : pada pelajaran teori menggunakan metode tutorial yang meliputi mini lecture, tanya jawab, diskusi, simulasi, bermain peran, peragaan dan drill. Pada pelajaran praktek menggunakan metode penugasan, kerjasama, tutorial dan demonstrasi yang dijabarkan / dijadwalkan melalui pembelajaran tatap muka, terstruktur dan mandiri;
    2. Pelatihan : pada pelatihan menggunakan sistem bertingkat, berlanjut, bertahap dan uji coba pelaksanaan. Tujuan pelatihan adalah:
      • Edukatif : pelatihan bertujuan dapat memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi situasi tugas yang riil dan akan ditemui ketika para taruna bertugas sebagai Perwira Polri;
      • Analisa : pelatihan bertujuan melatih kemampuan Taruna Akpol dalam menganalisis berbagai permasalahan terkait dengan pelaksanaan tugas kepolisian;
      • Integratif : pelatihan bertujuan membentuk sikap saling pengertian dalam pola pikir, pola tindak maupun pola sikap dalam ikatan kelompok, dimuali dari tingkat unit kecil sampai dengan tingkat satuan nantinya dilapangan / tempat tugas. Hal ini mengingat diperlukannya satu kebutuhan team work dalam melaksanakan tugas – tugas di lapangan untuk dapat berhasil.
  • Pengasuhan : pada pengasuhan diterapkan azas-azas, saling asah, asih dan asuh serta menerapkan metode suri tauladan, partisipasi, pengawasan, observasi dan bimbingan penyuluhan dan bimbingan conseling. Tujuan pelaksanaan pengasuhan adalah untuk merubah, membentuk, menumbuh kembangkan dan mendewasakan sikap perilaku Taruna yang mahir, terpuji dan patuh hukum serta mampu memahami, mengahayati dan mengamalkan perangkat nilai – nilai dasar yang terkandung di dalam Tribrata dan Catur Prasetya. Sasaran dari kegiatan pengasuhan adalah:
    1. Perubahan sikap mental menuju karakteristik Polisi Sipil melalui penanaman nilai – nilai dasar Tribrata dan Catur Prasetya;
    2. Kedewasaan dalam membina kemampuan akademis yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu kepolisian serta kemampuan memecahkan permasalahan;
    3. Tingkat motivasi dalam membentuk ketrampilan taktik dan teknis kepolisian dalam rangka menghadapi setiap bentuk gangguan kamtibmas yang berkembang di tengah – tengah masyarakat;
    4. Kesamaptaan fisik, ketrampilan olahraga dan kompetensi lainnya yang menjadi potensi Taruna dalam rangka menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas baik selama menjadi Taruna maupun Perwira Polri. Tahapan dalam pelaksanaan pengasuhan meliputi:
      • Tingkat I, diperkenalkan nilai – nilai dasar Taruna Akpol dan persiapan mental dan fisik untuk menjadi Taruna.
      • Tingkat II, dititik beratkan pada aspek mental, kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga tercipta fondasi kokoh yang mencerminkan postur ideal seorang Taruna.
      • Tingkat III, dititik beratkan pada aspek mental kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga mampu menguasai dasar ilmu dan etika profesi kepolisian.
      • Tingkat IV, dititik beratkan pada aspek mental kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga terbentuk Perwira Muda Polri yang profesional dan siap melaksanakan tugas kepolisian.