GUBERNUR AKPOL IRJEN POL DRS. PUDJI HARTANTO.M.M MEMBUKA WORKSHOP DAN SEMINAR HAM GADIK AKPOL

Akpol Semarang, Gubernur Akpol Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto.M.M, membuka
Workshop dan Seminar Ham Gadik Akpol yang di hadiri antara lain DR. Busyro
Muqoddas. SH, M.Hum sebagai Nara Sumber, Eko riyadi. SH, MH selaku Direktur
Pusham UII Yogyakarta, Para Pejabat Utama Akpol dan para Dosen Akpol sebagai
Peserta, adapun kegiatan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15 April 2015.

Akademi Kepolisian adalah sebagai lembaga pendidikan polri yang di bawah
Lemdikpol, merupakan pendidikan tinggi polri yang melaksanakan pendidikan
Pembentukan yang meluluskan personil polri yang bergelar Sarjana Terapan
Kepolisian ( ST.Pol ), sebagai manajer tingkat pertama ( First Line Supervisor ),
Seorang manajer tingkat pertama inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak
Pelaksana tugas-tugas Polri yang akan di tempatkan pada garda paling depan dalam
Susunan organisasi Polri, perwira lulusaan Akpol di tuntut memiliki kemampuan
Kemampuan yang dapat menjawab tantangan tugas, sebagai mana Amanat undang-
Undang No 2 tahun 2002 tentang polri,bahwa tugas polri sangat penting dalam
Menjaga Supremasi HAM pada kehidupan sosial yang antara lain :

Polri harus menjaga dan melindungi keamanan Masyarakat, tata tertib serta
Penegakan Hukum dan ham.
Polri harus menjaga keamanan Umum dan Hak Milik, Serta menghindari
Kekerasan dalam menjaga tata tertib Masyarakat dengan menghormati
Supermasi Ham.
polri dalam melakukan pemeriksaan terhadap tersangka harus menghormati
azaz praduga tak bersalah sebagai Hak tersangka sampai dinyatakan terbukti
bersalah oleh pengadilan.
polri harus mematuhi Norma – norma Hukum dan Agama untuk menjaga
supermasi Ham.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan Workshop ini adalah untuk
Meningkatkan kemampuan para Dosen Akademi Kepolisian dalam bidang Ilmu
Pengetahuan Ham dan penegakkan Hukumnya sehingga dalam proses jarlatsuh
Di kampus Akpol dapat membekali Taruna Akpol untuk menjadi seorang First Line
Supervisor yang tidak ragu-ragu dengan Ham, polri sebagai aparat Negara Penegak
Hukum sering menghadapi beberapa kasus penanganan konflik dan kekerasan atau
Radikalisme yang bernuansa keagamaan, polisi merasa ragu-ragu dan Gamang dalam
Dalam bertindak karena dibayangi pelanggaran Ham, karena terkait ketidakjelasan
Peraturan dan politisasi isu kebebasan beragama, yang menjadi hambatan serius
Bagi kepolisian karena ada rasa kekhawatiran tidak mendapatkan dukungan politik
Baik dari masyarakat luas maupun pemimpin Negara. ( Humas Akpol )
DSC_6081

DSC_6097

DSC_6096

DSC_6094

DSC_6093

DSC_6092

DSC_6090

DSC_6087

DSC_6084